Sumbar | AndoraNews: Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) regional Sumbagteng melakukan diskusi nasional “Ramadhan National Youth Forum 1447 H” mengangkat tema “Saatnya generasi muda bangkit, Ramadhan dan masa depan ekonomi syariah“. Kegiatan ini diselenggarakan di platform daring oleh departemen keilmuan FoSSEI Sumbagteng 2025/2026 pada Ahad, 8 Maret 2026. Pada kegiatan ini menghadirkan narasumber luar biasa di bidangnya yaitu, Adel Wahidi, S.E.I., M.H (Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumbar periode 2025-2030). Fossei
Rangkaian acara dibuka oleh Ashabul Manggala selaku Master of Ceremony, dilanjutkan dengan sambutan oleh Dini Fadjira Syabrani selaku Kepala Departemen Keilmuan FoSSEI Sumbagteng dan Rahmad Fiqhi Chandra selaku Koordinator Regional FoSSEI Sumbagteng. Menurut Dini dan Fiqhi dalam sambutannya sama-sama menekankan tujuan dari kegiatan ini sebagai wadah diskusi ekonom Rabbani dan pemuda dalam mempelajari ekonomi syariah sekaligus berdialog mengenai tantangan dan dinamika ekonomi yang terjadi saat ini, serta peran pemuda khususnya mahasiswa dalam mensyiarkan ekonomi syariah.
Sebelum memasuki sesi diskusi, para peserta mendapatkan percikan semangat melalui keynote speech oleh tokoh dan pakar ekonomi syariah, Dr. Adiwarman Karim, S.E., M.BA (Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syari’ah). Pada sambutannya, Adiwarman mengapresiasi dan menyambut positif adanya kegiatan Ramadhan National Youth Forum 144H sebagai wadah mahasiswa dalam menggerakkan ekonomi syariah di Indonesia.
“Ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk mendapatkan ridho Allah SWT dalam dakwah Islam melalui gerakan ekonomi syariah. Ada dua pesan dari Imam Ghozali untuk memperjuangkan ekonomi syariah dan mengangkat nama Indonesia di panggung dunia yaitu tazkiatul nafs (membersikan jiwa), dan mujahadah (berjuang sebenar-benarnya). Dua hal ini yang menjadi kunci keberhasilan mahasiswa dalam mengembalikan kejayaan Islam (khususnya melalui ekonomi) yang sudah lebih dari 800 tahun sebelumnya.” Jelas Dr. Adiwarman Karim, S.E., M.BA dalam sambutannya.
Sesi diskusi dipandu oleh Honey Alista Harahap selaku moderator. Diskusi dilakukan secara interaktif dengan komunikasi dua arah antara narasumber, Adel Wahidi, S.E.I., M.H dan peserta.
“Dinamika politik global saat ini menjadi tantangan dan peluang dalam ekonomi syariah. Saat ini perkembangan ekonomi syariah sudah memasuki fase infrastruktur. Namun. Syiar ekonomi Islam dalam bidang infrastruktur masih belum terlihat dengan keberadaan ruang politik yang masih belum terbuka dan harus dijadikan peluang untuk memasukan nilai-nilai ekonomi syariah di dalamnya,” jawab Adel Wahidi ketika ditanyai mengenai pandangan terhadap pengaruh dinamika politik global terhadap ekonomi syariah.
Menurut Adel Wahidi, peran generasi muda untuk memperkuat ekonomi syariah dimulai dengan kajian-kajian atau diskusi keilmuan ekonomi Islam. Selanjutnya, peran generasi muda dalam ekonomi syariah dapat direalisasikan dengan peran praktis generasi muda melalui kinerja, infrastruktur, dan lembaga-lembaga ekonomi syariah. Generasi muda harus masuk lebih jauh untuk mendorong kebijakan yang mainstream, berbeda dengan kebijakan sebelumnya.
Acara Ramadhan National Youth Forum 1447 H ditutup dengan sesi penyerahan sertifikat dan dokumentasi bersama.

