Membeli Motor Dalam Lapas, 3 Narapidana Kelabui Dealer Motor Dengan Bukti Transfer Palsu

Probolinggo | andora News :Ketiga pelaku yang masih berstatus narapidana dengan kasus narkotika disalah satu lapas yang berada di Jawa Timur yang telah divonis 4tahun sampai dengan 15tahun penjara. Kini ketiga tersangka juga beraksi melakukan penipuan didalam lapas dengan menggunakan alat elektronik (HP) 26/12/2023.

Kapolres probolinggo kota Wadi Sa’bani menjelaskan bahwa kasus tersebut berawal dari tsk yang berinisial SD Als. Tl 40tahun Warga Madiun otak utama penipuan melalui goggle dengan cara mengacak dan mencari nomer salah satu admin yang tercantum sebagai sasaran aksinya untuk memesan kendaraan honda adv disalah satu dealer, untuk meyakinkan admin tersebut TL menghubungi nomer yang tercantum digogle untuk membeli sepeda motor tersebut.

“Tersangka TL 40 meminta tersangka UD alias PN 28tahun merupakan warga mojokerto untuk membuat bukti transaksi (transfer) palsu dengan cara mengubah tulisan bukti transfer (edit teks) yang sempat dipelajari cara merubah tulisan dengan menonton review di YouTube, setelah berhasil dirubah oleh tersangka kemudian bukti transfer dikirimkan ke admin dealer bersamaan dengan foto KTP palsu untuk meyakinkan korban jika uang tersebut sudah benar-benar dikirim lewat rekening, sayangnya korban tidak mengecek langsung uang tersebut benar benar masuk di rekening atau tidak, ujarnya 26/12/2023

Lalu TL juga menyuruh tersangka Hl 27tahun warga kabupaten sampang untuk pembeli motor tersebut, tak butuh lama HL berhasil mendapatkan pembelinya yang berinisial MS warga kabupaten pamekasan melalui kakak dari tsk HL.

Setelah berhasil dengan aksinya, kemudian tersangka TL mencari jasa angkut melalui internet dan berhasil menemukan jasa angkut dan menekan angka nomor telpon yang sudah di cantumkan oleh NN yang merupakan jasa angkut barang online. Tl kemudian meminta NN jasa angkut tersebut mengambil motor honda adv yang sudah dipesan di sebuah dealer untuk diantarkan ke rumah MS yang berada di wilayah pamekasan.

Dari aksi yang sebelumnya sudah berhasil, selang dua hari kemudian tersangka TL kembali melakukan aksinya dengan transaksi yang sama, dengan cara memesan satu buah motor honda PCX di tempat yang sama, Setelah admin dealer honda mengetahui bahwa bukti transfer yang dikirimkan ternyata palsu dan tidak ada uang masuk ke rekening dealer, dan korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polres probolinggo kota.

Saat di Konfirmasi kasat Reskrim polres probolinggo kota masih belum bisa memberikan keterangan didalam lapas mana ketiga tersangka melakukan aksinya.

“Setelah dilakukan upaya profiling melalui ITE, petugas dari sat Reskrim langsung melakukan penangkapan terhadap ketiganya disalah satu lapas dijawa timur, barang bukti berupa dua sepeda motor hasil penipuan tersebut berhasil diamankan namun saat pengambilan motor pemilik rumah tidak ada di tempat” Ujarnya
Dari kejadian ini korban mengalami kerugian senilai 72.600.000,-(tujuh duapuluh juta enam ratus ribu rupiah).-

Dari ketiga tersangka kami jerat dengan pasal 378KUHP pidana dengan ancaman hukuman 4tahun penjara, sedangkan terhadap penadah kit terbitkan dpo” Tutup Wadi.

*AndNews

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini