Pasaman Barat | AndoraNews : Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat menggelar rekonstruksi ulang kasus pengeroyokan yang menewaskan Meri (48), warga Jorong Durian Tigo Batang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kamis siang (22/1/2026). Polres
Rekonstruksi dilaksanakan di halaman Mapolres Pasaman Barat dengan memperagakan 29 adegan, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Fuat Habib Al Hafsi, serta dihadiri penyidik Reskrim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pasaman Barat.
Kegiatan tersebut turut disaksikan kuasa hukum keluarga korban, Ahmad Romi, S.H., M.H. dan Raikal, S.H. dari LBH Bintang Alam Batuah, kuasa hukum para tersangka, serta sejumlah anggota keluarga korban, sebagai bagian dari prinsip transparansi penanganan perkara.
Berdasarkan rekonstruksi, penyidik menduga peristiwa pengeroyokan bermula dari pelarangan yang dilakukan korban bersama anggota Kelompok Tani Karya Saiyo terhadap para terduga pelaku di lahan perkebunan sawit yang masih berstatus sengketa, yang kemudian memicu cekcok dan berujung pada kekerasan.
Dalam beberapa adegan, penyidik menduga salah satu pelaku sempat kembali ke rumah untuk mengambil senjata tajam berupa parang, lalu menunggu korban melintas sebelum akhirnya korban diduga disergap dan dikeroyok secara bersama-sama oleh para pelaku.
Kasat Reskrim AKP Fuat Habib Al Hafsi menegaskan rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan fakta lapangan serta membuka kemungkinan munculnya fakta baru. “Kami terbuka. Jika ada keterangan atau saksi tambahan, silakan diajukan. Tujuan kami hanya mengungkap perkara ini secara terang dan berkeadilan,” ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban meminta penyidik mengusut perkara ini secara menyeluruh. Mereka mengajukan dua saksi tambahan dan menyatakan keberatan terhadap satu dari 29 adegan rekonstruksi karena dinilai tidak sesuai dengan keterangan saksi pihak korban. Hingga Kamis sore, dua saksi tambahan tersebut masih menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polres Pasaman Barat.
( Sapriandi)

