Tim AJO Pasbar Tinjau Jalan Simpang Empat–Talu, Pasang Rambu Darurat di Titik Rawan

Pasaman Barat | AndoraNews : Tim PerkumpulAn Jurnalis Online (AJO) Pasaman Barat melakukan peninjauan langsung ke jalur lintas Simpang Empat menuju Talu pada Rabu, 23 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan memantau kondisi jalan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 sekaligus memberikan informasi faktual kepada masyarakat tentang potensi bahaya di jalur tersebut. Ajo pasbar

Jalan provinsi lintas Simpang Empat–Talu di kawasan Rimbo Kejahatan, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda empat sejak awal Desember 2025 setelah longsor besar yang memutus akses total pada 25 November 2025. Tim gabungan (Dinas PUPR Provinsi Sumbar, BPBD Pasaman Barat, TNI-Polri, dan masyarakat) berhasil membersihkan material longsor menggunakan ekskavator dan alat berat lainnya. Saat ini jalur terlihat relatif bersih dari tumpukan tanah besar, meskipun permukaan jalan masih berlumpur, berbatu, tidak rata, dan banyak genangan air kecil.

Dalam pantauan lapangan, tim menemukan sejumlah titik rawan amblas dan longsor di sepanjang Rimbo Talu, Polongan Anam, Pasanggiang, Rimbo Kejahatan Kajai, hingga Tinggam Talu.

Data lapangan mencatat setidaknya 5 titik jalan amblas dengan kedalaman bervariasi 30–70 cm dan 4 titik bukit rawan longsor di sisi kiri-kanan jalan. Kondisi ini diperparah curah hujan tinggi yang masih melanda Pasaman Barat dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Online (AJO) Pasaman Barat Muhammad Fadli, yang didampingi Wakil Ketua Yuheldi, Sekretaris Roni Pasrah, serta anggota lainnya, menyatakan situasi ini sangat membahayakan pengendara, terutama pada malam hari karena minim penerangan dan tidak adanya rambu peringatan.

“Kami melihat langsung kondisi jalan yang amblas dan bukit yang rawan longsor. Situasi ini sangat membahayakan masyarakat, apalagi saat malam hari ketika jalan gelap gulita tanpa penerangan. Kami menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan, bila hujan deras turun, sebaiknya menunda perjalanan,” ujar Muhammad Fadli.

Saat tim kembali sekitar pukul 18.25 WIB, mereka menemukan titik amblas di Rimbo Kejahatan Kajai tanpa tanda peringatan sama sekali. Tim langsung bergerak cepat memasang rambu darurat menggunakan kayu silang yang dibalut terpal biru-putih sebagai tanda sementara agar pengendara yang melintas di malam hari lebih waspada.

“Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya karena kurangnya tanda peringatan. Dengan alat seadanya, kami berusaha memberikan tanda darurat agar pengendara lebih waspada,” tegas Sekretaris Roni Pasrah.

“Kami harap masyarakat juga ikut melaporkan jika menemukan titik jalan yang rusak atau rawan longsor. Informasi dari warga sangat penting agar penanganan bisa lebih cepat,” tambah Wakil Ketua Yuheldi.

Menjelang Nataru 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat hingga 20 persen dibanding hari biasa, sehingga risiko kecelakaan juga semakin besar jika tidak ada penanganan cepat. Perkumpulan Jurnalis Online (AJO) Pasaman Barat mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Dinas PUPR) segera melakukan perbaikan permanen, pemasangan rambu resmi, serta penerangan jalan di jalur kewenangannya ini.

“Keselamatan pengguna jalan harus jadi prioritas. Kami harap pemerintah provinsi serius menangani, jangan sampai ada korban karena lambatnya respons,” tutup Muhammad Fadli.

Aksi tim Perkumpulan Jurnalis Online (AJO) Pasaman Barat dengan pemasangan rambu darurat di titik rawan Rimbo Kejahatan Kajai ini menunjukkan komitmen jurnalis tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga turut menjaga keselamatan publik. Namun, solusi sementara ini perlu segera dilengkapi dengan tindakan konkret dari pemerintah provinsi berupa perbaikan jalan, rambu permanen, dan penerangan yang memadai.

Masyarakat Pasaman Barat diimbau tetap waspada, mengurangi kecepatan, menggunakan lampu kendaraan dengan baik, dan menunda perjalanan saat hujan deras. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama jangan sampai ada korban karena kondisi jalan yang masih rawan.(Sapriandi)

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini