Banjir di Kecamatan Pauh Lumpuhkan Aktivitas Warga, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Padang | AndoraNews: Bencana banjir yang melanda Kecamatan Pauh, Kota Padang, kembali menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Kelurahan Cupak Tangah dan Pasar Baru menjadi dua wilayah yang paling terdampak, dengan puluhan rumah dan tempat usaha terendam air. Berdasarkan hasil pendataan lapangan, sebanyak 66 rumah dan UMKM warga tercatat mengalami dampak langsung, baik berupa kerusakan rumah tinggal, peralatan rumah tangga, hingga sarana usaha yang menjadi sumber penghidupan mereka. Banjir

Banjir yang terjadi menyebabkan genangan air dengan ketinggian bervariasi, bahkan di beberapa titik mencapai setinggi paha orang dewasa. Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan fisik bangunan, mulai dari dinding rumah yang retak hingga roboh, kerusakan instalasi listrik, serta melemahnya struktur pondasi. Sejumlah warga terpaksa mengungsi sementara atau membersihkan lumpur yang mengendap di dalam rumah mereka selama berhari-hari pasca kejadian

Selain merusak bangunan, banjir juga menghancurkan peralatan rumah tangga esensial yang selama ini menunjang kehidupan sehari-hari warga. Kulkas, mesin cuci, kompor, magic com, kasar, hingga peralatan dapur dilaporkan rusak akibat terendam air dan lumpur. Kerusakan ini menjadi beban tambahan bagi keluarga, terutama mereka yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, karena harus mengeluarkan biaya besar untuk mengganti barang-barang tersebut di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Dampak paling signifikan dirasakan oleh pelaku usaha mikro dan kecil yang tersebar di kawasan terdampak. Banyak toko, kios, bengkel, dan usaha rumahan yang ikut terendam banjir. Barang dagangan rusak, mesin usaha tidak dapat digunakan, alat bengkel terendam, hingga material usaha hanyut terbawa arus. Sejumlah warga melaporkan kerugian usaha mencapai lebih dari Rp10 juta hingga Rp30 juta, angka yang sangat besar bagi usaha skala kecil yang bergantung pada pemasukan harian. Akibatnya, sebagian pelaku usaha terpaksa menghentikan aktivitas ekonomi mereka sementara waktu.

Tidak hanya itu, banjir juga berdampak pada fasilitas dasar masyarakat. Salah satu warga melaporkan sumur air miliknya menjadi kering dan tidak dapat digunakan setelah banjir surut. Kondisi ini semakin memperburuk situasi, karena akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi warga, terutama di masa pemulihan pascabencana.

Berdasarkan rekapitulasi data kerugian yang dilaporkan warga, total estimasi kerugian sementara mencapai sekitar Rp140 juta. Nilai tersebut merupakan angka minimal, karena tidak semua warga menyampaikan rincian kerugian secara nominal. Dengan demikian, kerugian riil di lapangan diperkirakan jauh lebih besar apabila dilakukan verifikasi dan penilaian kerusakan secara menyeluruh, khususnya terhadap bangunan dan sarana usaha.

Di luar kerugian material, banjir juga membawa dampak sosial dan psikologis yang tidak kalah berat. Warga harus menghadapi rasa kehilangan, kecemasan akan banjir susulan, serta tekanan ekonomi akibat terhentinya aktivitas usaha. Proses pembersihan rumah dari lumpur dan puing puing juga membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit, sehingga memperlambat kembalinya kehidupan warga ke kondisi normal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir bukan sekadar persoalan genangan air, melainkan masalah serius yang menyangkut ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, warga. berharap adanya respon cepat dan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan pihak terkait. Bantuan perbaikan rumah, pengadaan peralatan rumah tangga dasar, serta bantuan modal bagi pelaku UMKM terdampak dinilai sangat mendesak untuk mempercepat proses pemulihan.

Serta selain bantuan jangka pendek, masyarakat juga menaruh harapan besar pada upaya penanganan jangka panjang. seperti perbaikan drainase, penguatan sistem pengendalian banjir, peningkatan kesiapsiagaan bencana di tingkat lingkungan.

Dengan langkah yang terencana dan kolaboratif, diharapkan bencana rupa tidak kembali menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat Kecamatan Pauh di masa mendatang.

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini