Di Tepi Jalan Raya, Dampak Lebih Terasa: Narasi Pendataan Banjir di RT 02 Cupak Tangah

Cupak Tangah | AndoraNews: Pendataan pasca banjir yang dilakukan di RT 02 Kelurahan Cupak Tangah memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan kerentanan wilayah terhadap bencana banjir. Pada tahun 2023, RT 02 masih dihuni oleh sekitar 64 kepala keluarga yang menetap secara permanen. Banjir

Sebagian besar warga menggantungkan kehidupan sehari-hari pada aktivitas ekonomi lokal, baik melalui usaha kecil dan menengah (UMKM) maupun kegiatan perdagangan yang berlokasi di sekitar tempat tinggal mereka.

Secara spasial, banyak rumah warga dan unit usaha berada di sepanjang tepi jalan raya, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus jalur utama aliran air ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Ketika banjir melanda wilayah Cupak Tangah, RT 02 menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup signifikan. Air yang meluap tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga membawa lumpur dan material tanah dalam jumlah besar Dampak terberat dirasakan oleh rumah warga dan UMKM yang berada di sepanjang jalan raya.

Berdasarkan hasil pendataan, berbagai bentuk kerusakan dilaporkan, mulai dari lumpur yang menutupi halaman dan bagian dalam rumah, rusaknya perabotan rumah tangga, hingga kerusakan peralatan usaha seperti kulkas, freezer, alat masak, mesin cetak, mesin press, serta barang dagangan yang hanyut atau tidak dapat digunakan kembali.

Pada beberapa kasus, kondisi rumah warga dilaporkan tidak dapat dihuni sementara akibat timbunan lumpur yang cukup tebal, sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan penghuni.

Selain kerusakan fisik, banjir juga berdampak langsung pada keberlangsungan ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM. Banyak pelaku usaha yang terpaksa menghentikan aktivitasnya karena peralatan utama rusak atau hilang, stok barang terendam air, serta tempat usaha yang tidak dapat langsung digunakan kembali.

Kerugian yang dialami warga bervariasi, mulai dari kerugian ringan hingga kerugian dalam jumlah besar, tergantung pada lokasi usaha dan kemampuan warga untuk menyelamatkan barang sebelum banjir datang. Kondisi ini menyebabkan terhentinya perputaran ekonomi warga untuk sementara waktu dan meningkatkan kerentanan ekonomi pasca bencana.

Di sisi lain, hasil pendataan juga menunjukkan bahwa hunian kos-kosan, terutama yang berada di bagian dalam wilayah RT 02, relatif lebih sedikit mengalami dampak dibandingkan bangunan yang berada di tepi jalan raya. Meskipun terdapat beberapa kos yang kemasukan air dan lumpur, tingkat kerusakan yang dialami cenderung lebih ringan.

Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan kontur tanah, jarak dari jalur aliran air utama, serta fungsi bangunan yang sebagian besar tidak menyimpan peralatan usaha atau barang bernilai ekonomi tinggi. Perbedaan tingkat dampak ini memperlihatkan adanya ketimpangan risiko bencana berdasarkan lokasi dan fungsi bangunan di dalam satu wilayah RT yang sama.

Memasuki tahun 2026, RT 02 Kelurahan Cupak Tangah mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam struktur hunian dan penggunaan lahan. Wilayah yang sebelumnya didominasi oleh rumah tinggal warga tetap, kini semakin banyak dialihfungsikan menjadi kos-kosan bagi mahasiswa.

Perubahan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal sementara di sekitar kawasan pendidikan. Dampak dari perubahan tersebut tidak hanya terlihat pada komposisi penduduk, tetapi juga pada pola kerentanan terhadap bencana.

Rumah warga dan UMKM yang masih bertahan di sepanjang jalan raya tetap menjadi kelompok yang paling rentan ketika banjir terjadi, sementara bangunan kos di bagian dalam cenderung memiliki risiko yang lebih rendah.

Secara keseluruhan, hasil pendataan pasca banjir di RT 02 Cupak Tangah menunjukkan bahwa banjir tidak hanya menjadi peristiwa alam semata, tetapi juga memperlihatkan dinamika sosial dan ekonomi wilayah. Banjir mempertegas kerentanan rumah warga dan UMKM yang berada di zona rawan, serta menunjukkan bagaimana perubahan fungsi hunian turut memengaruhi pola dampak bencana.

Temuan ini menjadi penting sebagai dasar dalam perencanaan mitigasi dan penanganan bencana ke depan, khususnya dalam upaya perlindungan rumah warga dan pelaku UMKM, pengelolaan tata ruang yang lebih adaptif terhadap risiko banjir, penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang. Serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang.

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini