Probolinggo | AndoraNews: Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo, melakukan ramp check kapal penumpang di Pelabuhan Probolinggo sebagai kegiatan rutin untuk memastikan kelaiklautan kapal demi keselamatan pelayaran serta mencegah kecelakaan kapal di laut. Ksop
Kegiatan ramp check yang dilakukan KSOP terhadap kapal di pelabuhan probolinggo yaitu Kapal Express Bahari 8B, yang melayani pelayaran di sejumlah Pelabuhan Perairan Utara Pulau Jawa.
Adapun trayek penyeberangan Kapal Express Bahari melingkupi sejumlah pulau yaitu, Probolinggo, Gili Ketapang, Gili Mandangin, Baranta, pulang pergi.
Saat weekend, kapal penyeberangan ini melayani pelayaran, menuju Probolinggo, Gili Iyang, dan Kalianget, kegiatan ni menindaklanjuti instruksi Dirjen Hubla Nomor IR DJPL 1 Tahun 2025, tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angleb 2025.
Inspeksi yang wajib dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung ini, untuk meningkatkan kelancaran, kenyamanan, keamanan, serta keselamatan, transportasi kapal slama masa angleb tahun 2026 dan memastikan kapal telah memenuhi persyaratan kelaiklautan sebelum beroperasi.
Adapun inspeksi yang dilakukan meliputi pengecekan dokumen, alat keselamatan, navigasi, komunikasi, dan pemadam kebakaran guna memastikan keselamatan, kenyamanan saat beroperasi
Inspeksi ini fokus pada komponen utama ramp check kapal, meliputi :
- Dokumen kapal dan dokumen awak kapal.
- Alat Keselamatan Jiwa, sperti diantaranya pemeriksaan sekoci, life raft, life jacket, dll .
- Peralatan Pemadam Kebakaran, pengecekan APAR, hidran, selang, dan fire detector. dll.
- Alat Navigasi dan Radio kapal, memastikan radar, GPS, radio komunikasi (VHF/HF) berfungsi dengan baik.
Menurut Humas KSOP Kelas IV Probolinggo, Hendra Yulis Priyanto, pelaksanaan giat ramp chek ini tidak hanya dilakukan pada Kapal penyeberangan kapal Express Bahari antar pulau, untuk kesiapan dalam menyabut Bulan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri 2026.
“Tak hanya kapal express bahari, pada kesempatan ini pula kami juga melaksanakan ramp check terhadap kapal- kapal tradisional dibawah GT 7 yang melayani masyarakat dari gili ketapang ke pelabuhan prob PP yg berjarak 2,5 mill dari pelabuhan probolinggo sebanyak 48 kapal”, kata Heendra.
Dia juga menambahkan, dalam hal ini kami menghimbau kepada smua pihak agar tetap menjadi pelopor keselamatan, karena keselamatan dan keamanan pelayaran hal yg mutlak dan tanggung jwb kita bersama baik regulator pemilik kapal, operator kapal (awak kapal) dan juga masyarakat sebagai pengguna transportasi laut.
(Phan)

