Memperkuat Literasi Keuangan Syariah, BeraniKarya.id Sukses Gelar SHIFT 2026 Bersama Bank Indonesia Sumatera Barat dan Bank Syariah Indonesia

Padang | AndoraNews: 27 Juni 2026 – BeraniKarya.id bersama Yayasan Zahabat Eksyar Indonesia berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sukses menyelenggarakan SHIFT 2026 (Sharia Financial Talk 2026), sebuah forum literasi keuangan syariah yang bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat ini dihadiri ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa, komunitas kepemudaan, akademisi, hingga pelaku ekonomi syariah di Sumatera Barat. SHIFT 2026 menjadi ruang kolaborasi antara regulator, industri perbankan syariah, pemerintah daerah, serta komunitas kepemudaan dalam membangun ekosistem literasi keuangan syariah yang lebih kuat.

Mengangkat tema “Dari FOMO Menuju Financial Freedom: Cara Gen Z Kelola Uang Secara Syariah”, kegiatan ini menyoroti tantangan yang dihadapi Generasi Z di tengah perkembangan teknologi digital, media sosial, serta meningkatnya budaya konsumtif. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dinilai tidak hanya memengaruhi gaya hidup, tetapi juga keputusan finansial, sehingga diperlukan edukasi yang mampu membentuk pola pikir keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Chief Executive Officer BeraniKarya.id, Reza Firmansyah HSB, S.E., CIMM. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa BeraniKarya.id hadir sebagai platform kepemudaan yang berfokus pada penguatan ekonomi syariah melalui peningkatan literasi, pengembangan keterampilan, serta pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

Menurutnya, SHIFT 2026 menjadi salah satu upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran generasi muda agar mampu mengelola keuangan secara bijaksana dan tidak mudah terpengaruh oleh tren yang berpotensi merugikan.

“Melalui SHIFT 2026, kami berharap generasi muda tidak hanya mengikuti tren atau FOMO, tetapi mampu memilah informasi secara kritis sehingga terhindar dari pinjaman online ilegal maupun berbagai bentuk penyalahgunaan keuangan lainnya. Prinsip keuangan syariah mengajarkan pengelolaan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga keberkahan dan kemaslahatan,” ujar Reza.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Padang yang hadir mewakili Wali Kota Padang. Ia menyampaikan bahwa fenomena FOMO memiliki dua sisi yang perlu dipahami secara bijaksana.

Dalam dunia usaha, strategi membangun rasa penasaran atau FOMO dapat menjadi bagian dari pemasaran yang mampu meningkatkan penjualan. Namun di sisi lain, apabila FOMO hanya mendorong perilaku konsumtif tanpa perencanaan yang matang, maka dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan seseorang.

Komitmen terhadap penguatan literasi keuangan syariah juga ditegaskan oleh Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong peningkatan literasi keuangan sebagai salah satu fondasi penting dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

Menurutnya, generasi muda yang memiliki pemahaman finansial yang baik serta mampu memanfaatkan layanan keuangan syariah secara tepat akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Momentum SHIFT 2026 semakin istimewa dengan hadirnya Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., yang menyampaikan Keynote Speech mengenai arah kebijakan pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Barat.

Dalam paparannya, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menjadikan daerah ini sebagai pusat ekonomi halal di kawasan barat Indonesia. Pemerintah daerah, menurutnya, terus memberikan dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkeadilan, berdaya saing, dan bermartabat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan Lukman Hakim, Kepala Tim Implementasi Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, serta Desmira, Priority Banking Manager BSI Area Padang.

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan berbagai wawasan mengenai pentingnya literasi keuangan syariah, strategi mengelola keuangan pribadi, membangun kebiasaan investasi yang sehat, mengenali risiko pinjaman ilegal, hingga memanfaatkan layanan keuangan syariah sebagai solusi untuk mencapai kesejahteraan finansial.

Melalui penyelenggaraan SHIFT 2026, BeraniKarya.id berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana, memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah, serta mampu mengambil keputusan finansial yang bertanggung jawab demi mewujudkan masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, regulator, dan industri keuangan syariah merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini