PROBOLINGGO | AndoraNews: Semenjak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), pengguna jasa kapal cepat yang melayani lintas Probolinggo menuju sejumlah pulau di Jawa Timur akan dikenai tarif baru mulai 15 Juli 2026. Penyesuaian ini berlaku untuk seluruh rute pelayaran, baik penumpang dewasa maupun anak-anak, dengan besaran kenaikan yang cukup signifikan pada beberapa lintasan.
Adapun tarif terbaru tersebut mencakup biaya masuk pelabuhan dan asuransi. Sejumlah rute mengalami lonjakan harga lebih dari dua kali lipat dibanding tarif yang berlaku sebelumnya.
Pada rute Probolinggo–Gili Ketapang misalnya, tarif penumpang dewasa naik dari Rp7.100 menjadi Rp18.800. Rute Probolinggo–Gili Mandangin berubah dari Rp7.800 menjadi Rp35.000, sedangkan Probolinggo–Branta meningkat dari Rp9.500 menjadi Rp55.000.
Kenaikan juga terjadi pada rute yang lebih jauh. Tarif dewasa menuju Gili Iyang kini menjadi Rp69.800 dari sebelumnya Rp15.600. Sementara perjalanan dari Probolinggo menuju Kalianget yang sebelumnya Rp16.700 kini dipatok Rp87.300.
Penyesuaian tarif tidak hanya berlaku bagi penumpang dewasa. Tarif anak-anak juga mengalami perubahan. Untuk rute Probolinggo–Gili Ketapang misalnya menjadi Rp6.700 dari sebelumnya Rp6.100. Sedangkan rute menuju Gili Mandangin menjadi Rp10.400, Branta Rp15.600, Gili Iyang Rp20.300, dan Kalianget Rp24.300.

Menurut Mohammad Junaidi dari UPT PPR Banyuwangi Wilayah Kerja Gili Ketapang Probolinggo, mengatakan, tarif baru ini mulai diberlakukan pada 15 Juli 2026.
Dia menjelaskan bahwa penyesuaian tarif dilakukan karena meningkatnya biaya operasional kapal, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Faktor utamanya adalah kenaikan harga BBM,” kata Junaidi saat dikonfirmasi melalui telephone selularnya.
“Meski terjadi kenaikan cukup besar, menurutnya tarif kapal cepat masih dinilai kompetitif jika dibandingkan dengan moda transportasi lain yang melayani perjalanan antarpulau dengan jarak serupa.”, kata Junaidi.
Dengan diberlakukannya tarif baru ini, masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur laut diharapkan memperhatikan besaran tarif terbaru sebelum membeli tiket, imbuh Mohammad Junaidi dari UPT PPR Banyuwangi Wilayah Kerja Gili Ketapang Probolinggo, sebelum mengalhiri telephonnya. (Phn)

