Galodo Kabupaten Solok: Satu Warga Meninggal, Satu Masih Hilang, Delapan Luka

Solok | AndoraNews : Peristiwa banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam menimbulkan dampak serius terhadap masyarakat. Galodo

Berdasarkan pembaruan data sementara, sebanyak 1 orang meninggal dunia, 1 warga masih dalam pencarian dan 8 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Solok.

Galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, sekitar pukul 19.30 WIB. Material berupa lumpur, batu, pasir dan kayu terbawa arus hingga memasuki kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan sejumlah permukiman warga.

Daffia Rahman Meninggal Dunia

Satu korban meninggal dunia diketahui bernama Daffia Rahman (21), warga Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok.

Identitas korban telah dipastikan melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder dari pihak keluarga.

Sebelumnya, Daffia Rahman termasuk dalam daftar warga yang dilaporkan hilang setelah galodo menerjang kawasan tersebut.

Sementara itu, satu warga lainnya bernama Agusra (59), warga Kayu Aro, hingga pembaruan data terakhir masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Petugas terus melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi jalur aliran material banjir bandang.

Delapan Warga Mengalami Luka

Selain korban meninggal dan warga yang masih dicari, sebanyak delapan orang tercatat mengalami luka akibat bencana tersebut.

Korban luka ringan antara lain Muslihat (54), warga Kediri, yang menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka. Kemudian Anggiat Sirait (66), warga Nagari Koto Gaek Guguk, yang menjalani observasi pascatrauma.

Korban lainnya adalah Yurnalis (45), warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, yang mengalami keluhan pada tangan kiri dan kaki setelah terdampak material galodo.

Kemudian Affan (26) juga tercatat mendapatkan perawatan jalan di RSUD Arosuka.

Sukarji (49), warga asal Kediri yang merupakan pengemudi mobil logistik, turut mengalami luka ringan dan mendapat perawatan jalan.

Sementara Sinol (32), warga Jorong Kayu Aro, mengalami luka pada kaki kanan serta memar pada bahu kanan. Korban sebelumnya mendapatkan penanganan di bidan terdekat karena keterbatasan akses saat kejadian.

Korban lainnya, Ulil Amri (34), warga Kayu Aro, mengalami luka pada telapak kaki setelah membantu korban bencana lainnya.

Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan dan perawatan jalan.

Satu Korban Mengalami Luka Berat

Sementara itu, korban luka berat tercatat atas nama Muhamad Nurzern (56).

Korban mengalami sejumlah trauma dan sebelumnya mendapatkan penanganan di RSUD Arosuka. Berdasarkan keterangan medis, korban disarankan mendapatkan penanganan lebih lanjut di RSUP M. Djamil Padang.

Tim medis dan petugas gabungan terus melakukan penanganan terhadap seluruh korban terdampak.

Tim SAR Masih Melakukan Pencarian

Pencarian terhadap Agusra masih menjadi salah satu fokus utama tim gabungan.

Personel Polri, BPBD, TNI, Basarnas serta unsur terkait lainnya terus melakukan penyisiran di kawasan terdampak dengan mempertimbangkan kondisi medan dan potensi bencana susulan.

Sebelumnya, korban Daffia Rahman ditemukan setelah terseret arus cukup jauh dari lokasi awal kejadian.

Kabag Ops Polres Solok AKP Indra Kusuma menyebut korban ditemukan sekitar 11 kilometer dari lokasi awal.

Pencarian terhadap satu warga yang masih hilang terus dilakukan.

Masyarakat di sekitar lokasi bencana juga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan maupun longsor dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Data korban tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian, pendataan dan identifikasi yang dilakukan petugas.

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini