Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Polres Probolinggo Kota Kerahkan Personel Gabungan

Kota Probolinggo | AndoraNews : Polres Probolinggo Kota resmi memulai rangkaian Operasi Patuh Semeru 2026 melalui apel gelar pasukan yang dilaksanakan di lapangan apel Mapolres setempat, Senin (26/10/2026) pagi. Polres

Operasi yang berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026 tersebut difokuskan pada peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas serta upaya menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Apel yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 08.20 WIB itu dipimpin Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra. Kegiatan tersebut turut didampingi Kabagops Kompol Dwi Sucahyo selaku perwira apel dan Kanit Turjagwali Satlantas Ipda Jainul sebagai komandan apel.

Sejumlah unsur terkait hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Wiwin Rusly, para pejabat utama Polres, kapolsek jajaran, serta perwakilan TNI, Subdenpom, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.

Kesiapan personel lintas instansi juga ditunjukkan melalui keterlibatan 168 petugas gabungan. Rinciannya terdiri atas 100 personel Polres Probolinggo Kota, 20 personel Kodim 0820, tiga personel Subdenpom, 25 personel Satpol PP, serta 20 personel Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.

Prosesi penyematan pita operasi kepada perwakilan petugas oleh Kapolres menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Operasi Patuh Semeru tahun ini. Kegiatan tersebut mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono yang dibacakannya, AKBP Lucky Permana Putra menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi mengedepankan tiga pendekatan, yakni preemtif sebesar 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen.

Pembagian tersebut menjadi pedoman bagi petugas dalam menjalankan kegiatan selama operasi berlangsung. Upaya edukasi dan pencegahan pelanggaran menjadi bagian penting, disertai penegakan hukum terhadap pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas.

Terkait penindakan, kepolisian akan menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, seluruh personel diminta tetap mengutamakan profesionalitas, pendekatan humanis, dan integritas saat bertugas di lapangan.

Kapolres menegaskan bahwa operasi tersebut tidak boleh dijadikan alasan bagi anggota untuk bertindak sewenang-wenang terhadap pengguna jalan.

Ia juga mengingatkan agar penindakan manual tidak dilakukan dengan mencari-cari kesalahan pengendara. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan publik.

“Jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan penindakan. Jadilah polisi yang dicintai masyarakat, bukan polisi yang ditakuti maupun dihindari,” tegas Lucky. Senin (26/10/2026).

Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, Polres Probolinggo Kota berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menaati peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga ketertiban saat berkendara.

Peningkatan kepatuhan pengguna jalan diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan yang dipicu pelanggaran lalu lintas. Selain penegakan hukum, kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.

Menutup amanatnya, Kapolres mengajak seluruh personel yang terlibat untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh rangkaian operasi dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif terhadap budaya tertib berlalu lintas di wilayah Kota Probolinggo. Apel gelar pasukan yang menjadi bagian dari persiapan operasi tersebut berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini