Kali Ketiga Ngantor di Desa, Camat Desti Pilih Meteseh

Rembang| AndoraNews: Tepat pukul 07.00 WIB, Senin (9/1/2023), Pemerintah Desa (Pemdes) Meteseh Kecamatan Kaliori, Rembang dikejutkan dengan mobil yang terparkir tepat di bagian selatan halaman balai desa. Mobil plat merah berwarna putih Nopol K 127 D diketahui merupakan mobil dinas Camat Kaliori, Desti Muryadi, S.Hut, M.T.
Berselang 1 jam an, Camat yang mengenakan seragam PDH Keki coklat itu langsung memimpin apel bersama aparatur Pemdes Meteseh yang disebut sebagai apel pertama dalam protokoler Pemerintahan yang dinahkodai oleh Kepala Desa Ismunandar sejak 2019 itu.
Didampingi jajarannya, mulai Kasi PMD dan Kasi Trantib beserta 1 staf serta 2 Pendamping Desa (PD) dan 1 Pendamping Lokal Desa (PLD), Desti ‘ngantor di desa’ Meteseh.
Saat ditanya awak media, ini adalah lokasi dan kali ketiga safari pemerintahan Camat Desti ke wilayah binaannya, yakni Desa Meteseh. Sebelumnya ada Desa Maguan dan Dresi Kulon. Ia menuturkan bahwa program inovasinya ini dilaksanakan menyesuaikan kepadatan jadwal kerja yang dimilikinya. Menurutnya, mau nggak mau harus diserasikan dengan tugas lainnya, agar semua berjalan lancar tanpa mengesampingkan tugas lainnya.
” Hari ini di Meteseh. Ini lokasi ketiga saya ‘ngantor di desa’. Kemarin yang pertama di Maguan dan berlanjut di Dresi Kulon. Maklum, dengan padatnya jadwal, kami harus pandai-pandai mengatur jadwal. Yang lain kan juga harus jalan,” tutur Desti (9/1).
Dari pantauan di lokasi, usai menyampaikan pesan pemerintahan untuk peningkatan kinerja Pemdes, Desti lanjut ke sesi ngobrol santai dengan materi-materi terkait. Ia berharap ada keakraban dan kedekatan yang muncul di kesempatan ini. Diawali dengan perkenalan singkat dengan perangkat desa, Camat yang khas dengan kacamata itu meminta Pemdes itu mengoptimalkan disiplin, kinerja dan semakin kompak.
Dirinya juga memberi arahan untuk mempercepat administrasi pelaporan guna memperlancar jalannya pemerintahan di tahun 2023. Namun Ia juga meminta jajarannya untuk membantu dan mengawal proses tersebut, agar tidak memberatkan pihak Pemdes.
” Suasananya santai seperti biasa, nggak usah canggung. Ada kesulitan apa, jajaran kami siap membantu Pemdes. Untuk administrasi pelaporan dan administrasi yang lain mungkin bisa dipercepat mengingat waktu untuk tahun anggaran yang baru,” ucapnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Kades Meteseh mengucapkan terima kasihnya atas langkah good government dari Camat Desti yang ‘ngantor di desa’ Meteseh. Ia mengungkapkan hal ini akan mampu memberi spirit positif dan memotivasi rekan-rekan Pemdes, utamanya perangkat desa untuk meningkatkan kinerja.
” Terima kasih banyak untuk Pak Desti dan jajarannya. Ini langkah good government dari beliau. Insya Allah akan mampu memberi spirit kerja dan motivasi untuk Pemdes Meteseh kedepannya,” kata Ismunandar.
Dari ‘ngantor di desa’ Meteseh, Camat Desti juga meninjau 4 lokasi longsor akibat banjir sungai Randu Gunting di Meteseh dengan didampingi oleh Kasi Trantib, Dwi Sulistyadi. Dari tinjauan itu, Ia langsung membuat laporan usulan perbaikan akibat longsor di 4 titik lokasi yang ditinjaunya tersebut untuk diteruskan kepada stakeholder terkait. Disaksikan perangkat dan kepala desa setempat, Desti nampak terampil dan serius menulis atau mengetik sendiri laporan usulan itu.
Sebagai informasi, dengan selesainya segala rangkaian kunjungan kerjanya, Camat Desti mengakhiri kegiatannya tepat pukul 13.30.WIB. ‘ Ngantor di Desa’ sendiri adalah program inovasi yang digagas Desti dan pertama kali dalam sejarah di instansi yang dipimpinnya.
Ia pamit dan bergegas menuju kantor kecamatan bersama Kasi Tantrib, Dwi Sulistyadi SE dan Intel Trantib, Kempes dengan diantar Kades Meteseh menuju mobil.

(M,Zaen/Red)

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. […] Kali Ketiga Ngantor di Desa, Camat Desti Pilih Meteseh“Bapak ibu sekalian, DPRD siap mendampingi panjenengan (Anda). Kami siap menyampaikan tuntutan-tuntutan. Nelayan ini penyumbang terbesar pendapatan daerah,” kata Bisri Cholil.Dari pantauan awak media, sebelumnya massa melakukan aksi long march dari TPI Tasikagung, Rembang, pukul 08.50 WIB menuju ke lokasi demo di depan kantor DPRD Rembang.Akhirnya massa juga ditemui oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Saat menemui massa, Abdul Hafidz menandatangani Pernyataan Sikap Para Pelaku Usaha Perikanan Jaring Tarik Berkantong Bhaita Adhiguna yang diketuai oleh Lestari Priyanto itu. Abdul Hafidz berjanji akan secepatnya meneruskan aspirasi dan tuntutan massa nelayan kepada pemerintah pusat.Aksi yang sempat memacetkan arus lalu lintas itu, nampak menyibukkan pihak kepolisian dalam pengamanan maupun rekayasa lalu lintas. […]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini