1 Mei, Hari Integrasi Papua: Bukan Aneksasi, Tapi Bukti Sah Kedaulatan NKRI

Jayapura | AndoraNews : Momen peringatan 1 Mei menjadi sorotan publik setiap tahunnya. Namun, tahun ini, suara tegas datang dari tokoh muda Papua, Steve Mara. Ia menegaskan bahwa tanggal 1 Mei bukanlah hari aneksasi, melainkan hari yang menandai Integrasi Papua secara sah ke dalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 1 meiĀ 

Satgas Damai Cartenz, sebagai garda terdepan penjaga stabilitas di pedalaman Papua, turut menyambut pernyataan ini. Tak hanya menjaga keamanan, Satgas juga aktif mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Papua tidak hanya dijaga secara fisik, tapi juga dirangkul dalam semangat pembangunan dan kemanusiaan.

ā€œPemuda Papua harus jadi pelaku perubahan. Tingkatkan kapasitas, bersinergi dengan pemerintah, dan bangun tanah kelahiran kita bersama,ā€ ujar Steve Mara, yang juga menyoroti pentingnya pembangunan SDM dan infrastruktur sebagai prioritas negara di Papua.

Papua Sah Bagian Indonesia: Ini Dasar Hukumnya

Steve menekankan bahwa Papua adalah bagian sah Indonesia sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, berdasarkan prinsip Uti Possidetis Juris yang diakui dalam hukum internasional. Prinsip ini menyatakan bahwa wilayah bekas jajahan mewarisi batas-batas administratif kolonial sebelumnya dan Papua adalah bagian dari Hindia Belanda.

Pasca Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949, Belanda sempat menunda penyerahan Papua, meskipun telah berjanji untuk melakukannya pada 1950. Situasi memanas hingga akhirnya melalui mediasi Amerika Serikat, Perjanjian New York ditandatangani pada 15 Agustus 1962. Dalam perjanjian ini, Belanda menyerahkan Papua kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA), dan pada 1 Mei 1963, UNTEA secara resmi menyerahkan administrasi Papua kepada Indonesia.

Bendera Merah Putih Berkibar di Tanah Papua

Dalam peringatan tahun ini, ribuan warga Papua bersama aparat TNI-Polri menggelar pengibaran bendera Merah Putih raksasa di Jayapura sebuah simbol nyata komitmen rakyat Papua terhadap NKRI.

ā€œ1 Mei adalah bukti pengakuan dunia terhadap kedaulatan Indonesia atas Papua. Kita rayakan sebagai momentum persatuan, bukan konflik,ā€ tegas Steve.

Fokus ke Depan: Persatuan & Pembangunan

Steve juga mengajak generasi muda Papua untuk tak terjebak dalam narasi sejarah yang keliru dan provokatif. ā€œNKRI sudah final. Kini saatnya kita semua bergerak maju, fokus pada pembangunan dan kesejahteraan,ā€ ujarnya menutup pernyataan.

Artikel ini ditulis untuk memperkuat pemahaman publik mengenai keabsahan integrasi Papua ke Indonesia dan mendorong semangat membangun Tanah Papua dalam bingkai persatuan bangsa. (*)

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini