Mahasiswa KKN UNAND Periode II Gelar Penyuluhan Pertanian Ramah Lingkungan di Nagari Pandai Sikek

Tanah Datar | AndoraNews: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Periode II mengajak masyarakat Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kkn

Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan pertanian yang digelar kediaman tokoh masyarakat Nagari Pandai Sikek. Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja kelompok mahasiswa KKN UNAND ini mengangkat Lima materi utama, yaitu pentingnya pH tanah bagi pertanian, pengenalan pupuk organik Tepanom, alat pencacah daun, pemanfaatan Lemna minor sebagai pakan alternatif serta pengendalian daun keriting pada cabai.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lahan pertanian secara alami, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan bahan kimia sintetis.

Sosialisasi Pentingnya pH Tanah untuk Pertanian

Pada sesi pertama, mahasiswa KKN UNAND memaparkan materi mengenai pentingnya mengetahui dan menjaga tingkat keasaman atau pH tanah sebelum bercocok tanam. Mahasiswa menjelaskan bahwa pH tanah yang tidak sesuai dapat menghambat penyerapan unsur hara oleh tanaman, meskipun pupuk telah diberikan secara cukup.

Dalam sesi ini, peserta juga diperkenalkan pada cara sederhana mengukur pH tanah menggunakan alat ukur pH yang mudah didapat, serta langkah-langkah dasar menstabilkan pH tanah yang terlalu asam atau basa agar sesuai dengan kebutuhan tanaman pangan maupun hortikultura yang umum dibudidayakan warga Nagari Pandai Sikek.

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mahasiswa KKN UNAND yang sebelumnya telah melakukan pengukuran pH tanah secara langsung di berbagai lahan pertanian milik warga.

Pengukuran tersebut dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya dengan mengambil sampel tanah dari beberapa lahan pertanian untuk mengetahui kondisi tingkat keasaman tanah di lokasi setempat.

Hasil dan pengalaman dari kegiatan pengukuran tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengetahui kondisi pH tanah sebagai langkah awal dalam menentukan pengelolaan lahan dan budidaya tanaman yang lebih tepat.

Pengenalan Tepanom sebagai Pupuk Organik Ramah Lingkungan

Materi kedua memperkenalkan Tepanom, pupuk organik cair hasil olahan mahasiswa KKN yang memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti sisa sayuran, kotoran ternak, dan bahan organik rumah tangga lainnya. Pupuk ini diolah melalui proses fermentasi sederhana sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.

Mahasiswa menjelaskan bahwa penggunaan Tepanom secara rutin dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan lahan dalam jangka panjang, serta menekan biaya produksi pertanian karena bahan bakunya berasal dari limbah organik yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Demonstrasi Alat Pencacah Daun

Selanjutnya, mahasiswa KKN UNAND memperkenalkan dan mendemonstrasikan penggunaan alat pencacah daun kepada peserta. Alat ini berfungsi untuk mencacah dedaunan dan sisa tanaman menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga proses pengomposan dapat berlangsung lebih cepat dan bahan cacahan juga lebih mudah diaplikasikan sebagai pakan ternak maupun bahan campuran pupuk organik.

Peserta dilibatkan langsung dalam praktik pengoperasian alat, mulai dari pengumpulan daun, proses pencacahan, hingga pemanfaatan hasil cacahan untuk kebutuhan pertanian dan peternakan warga.

Pemanfaatan Lemna Minor sebagai Pakan Alternatif

Pada sesi terakhir, mahasiswa memperkenalkan Lemna minor, tumbuhan air kecil yang mengapung di permukaan air dan dikenal memiliki kandungan protein tinggi. Mahasiswa menjelaskan bahwa Lemna minor berpotensi dikembangkan sebagai pakan alternatif untuk ternak maupun ikan, mengingat cara budidayanya yang relatif mudah dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Penyuluhan ini turut membekali warga dengan informasi mengenai cara sederhana membudidayakan Lemna minor menggunakan wadah atau kolam kecil, sehingga masyarakat dapat memproduksi pakan sendiri secara mandiri dan menekan biaya pakan ternak.

Kegiatan penyuluhan mendapat antusiasme dari masyarakat Nagari Pandai Sikek. Peserta yang hadir terdiri dari kelompok tani, perangkat nagari, serta warga yang tertarik pada pengelolaan pertanian dan peternakan ramah lingkungan.

Salah seorang mahasiswa KKN UNAND menyampaikan harapannya agar materi yang disampaikan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat Nagari Pandai Sikek.

“Kami berharap ilmu yang dibagikan hari ini dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, sehingga pertanian di Nagari Pandai Sikek dapat menjadi lebih ramah lingkungan, hemat biaya, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab serta diskusi bersama peserta mengenai penerapan keempat materi yang telah disampaikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNAND Periode II berharap masyarakat Nagari Pandai Sikek semakin memahami pentingnya menjaga kualitas tanah, memanfaatkan limbah organik, serta mengembangkan sumber pakan alternatif demi mewujudkan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Trending

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini