Jakarta | AndoraNews : Kontingen Indonesia mengirimkan 103 atlet disabilitas untuk berlaga pada ajang 5th Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Para atlet tersebut akan berkompetisi dalam 12 cabang olahraga dengan target membawa Indonesia menembus peringkat 10 besar. Atlet
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, dalam keterangannya yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (13/10/2026), menyampaikan bahwa pelepasan dan pengukuhan kontingen dilaksanakan di Surakarta, Senin (12/10/2026).
Dalam ajang tersebut, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Reda Manthovani, dipercaya sebagai Chef de Mission (CdM) atau pimpinan kontingen Indonesia.
Dalam laporannya, Reda menjelaskan bahwa seluruh atlet yang diberangkatkan telah melewati proses pembinaan dan evaluasi secara ketat. Persiapan tersebut dilakukan oleh jajaran pelatih bersama pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia selama masa pemusatan latihan.
Berdasarkan proses kualifikasi yang ditetapkan Asian Paralympic Committee, Indonesia mematok target perolehan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Target tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi kontingen Merah Putih untuk bersaing dan menembus jajaran 10 besar dalam pesta olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.
Reda menegaskan, seluruh atlet telah menjalani persiapan untuk menghadapi kompetisi, baik dari sisi fisik maupun mental.
“Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh atlet Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Asian Para Games ke-5 Aichi, Nagoya telah siap secara fisik dan mental untuk berjuang meraih prestasi tertinggi dalam setiap pertandingan,” tegas Reda di hadapan para hadirin.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, yang memimpin pengukuhan kontingen, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan dedikasi atlet disabilitas Indonesia.
Menurut Erick, atlet-atlet para Indonesia telah memberikan kontribusi besar bagi prestasi olahraga nasional. Sepanjang sejarah keikutsertaannya, mereka telah mempersembahkan total 76 medali emas bagi Indonesia.
Pemerintah, lanjut Erick, berkomitmen memperkuat dukungan bersama NPC Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan prestasi atlet disabilitas. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari ambisi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama olahraga disabilitas di Asia Tenggara.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Erick berencana hadir di Nagoya untuk mendampingi perjuangan para atlet Indonesia.
“Tadi saya bicara sama Chief de Mission Prof. Reda, saya akan hadir mendampingi kalian, mudah-mudahan ini juga saya membawa doa, yang penting doa, supaya kalian bisa jadi yang terbaik,” ujar Erick.
Ia juga menekankan pentingnya mewujudkan target medali emas yang telah ditetapkan.
“Tadi disampaikan target 7 medali emas, harus kita dapat. Ini prestasi yang luar biasa buat kita semua,” tandasnya.
Dengan persiapan yang telah dijalani, kontingen Indonesia diharapkan mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi yang membanggakan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
(daeng)

