Buntok |AndoraNews: Hantasan Sungai Alimudin sepanjang sekitar 2,2 kilometer di Kecamatan Mangkatip, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, akan dikeruk atau diperdalam sebagai upaya mempermudah akses masyarakat, terutama saat musim kemarau.
Rencana pengerukan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barsel, Dr. Ita Minarni, ST., MT., mengatakan sebelumnya pemerintah daerah berencana menggandeng pihak perusahaan untuk melakukan pengerukan.
Namun, setelah berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, disarankan agar pengerukan dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Tadinya kita mau kerjasamakan dengan pihak perusahaan. Namun setelah ada koordinasi dengan Pak Gubernur Kalimantan Tengah, beliau menyarankan untuk kerja sama dengan pihak Provinsi Kalteng saja, tidak perlu dengan perusahaan,” ujar Ita Minarni.
Menurutnya, Hantasan Alimudin berada di seberang Kelurahan Mangkatip dan menjadi akses menuju tiga wilayah, yakni Desa Lehai, Dusun Pinungku, dan Desa Mangkatir yang berada di Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan.
Saat musim kemarau seperti sekarang, kondisi hantasan tersebut menjadi kering sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat menuju wilayah tersebut.
“Tim survei sudah turun ke lapangan melakukan tugasnya dan ditargetkan dikerjakan dan selesai pada tahun 2026 ini juga,” jelas Ita.
Ia berharap pengerukan Hantasan Alimudin dapat segera direalisasikan sehingga akses masyarakat kembali lancar.
“Saya memohon kepada Bapak Gubernur Kalteng agar dikerjakan dan selesai tahun 2026 ini juga, agar akses masyarakat menjadi lancar,” ujarnya.
Ita menyampaikan, sulitnya akses menuju tiga wilayah tersebut juga terlihat beberapa hari sebelumnya ketika Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, bersama jajaran mengantarkan bantuan sembako kepada masyarakat melalui jalur darat.
Untuk mencapai wilayah tersebut, rombongan harus memutar melalui Kabupaten Barito Timur.
“Memang tembus, tetapi jalannya sangat sulit dan hanya bisa dilewati sepeda motor saat kemarau ini. Itu pun dengan bantuan dari personel TNI baru bisa mencapainya,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan juga berencana membuka akses jalan darat menuju tiga wilayah tersebut sebagai solusi jangka panjang.
Ita mengatakan, pembangunan akses jalan tersebut diupayakan melalui program Karya Bakti TNI, mengingat kondisi medan yang cukup sulit.
“Mudah-mudahan bisa melalui Karya Bakti TNI. Kita akan buka jalan darat menuju ke tiga desa tersebut. Kenapa kita mengarahkan untuk Karya Bakti TNI, karena di situ medannya memang sulit. Kalau menggunakan Karya Bakti TNI, dananya akan lebih hemat dan efisien,” pungkas Ita.
Rencana pengerukan Hantasan Alimudin dan pembukaan akses jalan darat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat serta mempermudah distribusi kebutuhan pokok dan bantuan, khususnya saat musim kemarau.

